Review The Last Of Us Part II Dengan Grafis Terbaik

Setelah sukses dengan seri pertamanya, Naughty Dog menghadirkan game dengan tajuk The Last Of Us ke dua yang muncul di pertengahan tahun 2020. Karena rilisan pertamanya yang sukses membawa air mata, kekaguman, dan gameplay yang asyik, antusiasme dari gamer pada The Last Of Us Part II sangat tinggi. Bahkan tidak sedikit yang punya ekspektasi tinggi mengenai seri terbaru ini. Apakah game ini bisa penuhi harapan tersebut? Berikut reviewnya.

Plot Cerita Yang Terdiri Dari Dua Point Of View

Secara dasar, lajur cerita yang ada di TLOU 2 ini masih berkaitan dengan game pertama. Kamu akan bermain sebagai salah satu survivalist di tengah wabah jamur berbahaya yang mengubah orang seperti zombie. Dengan timeline 5 tahun setelah seri pertamanya, Joel dan Ellie sudah hidup dengan damai di Jackson. Kini kamu akan lebih berfokus pada Ellie yang harus turut andil dalam menjaga keamanan kota dengan melakukan patroli rutin.

Dari sinilah cerita semakin menarik. Sebuah patroli tersebut mempertemukan Joel dan Ellie dengan Abby, seorang militia dari Washinton Liberation Force. Sejak pertemuan ini, pemain akan diberikan plot cerita dari dua sudut pandang yang berbeda. Dari mata Ellie dan juga dari Abby. Kedua karakter ini memiliki perselisihan yang membawa cerita menuju petualangan Ellie ke Seattle dan usaha Abby untuk menyelamatkan diri dari musuh.

Visualisasi Termanis Bak Dunia Nyata

Dengan kemampuan dan daya PS 4 yang lebih baik, tentunya kamu bisa berharap presentasi dari The Last Of Us Part II lebih memukau dari seri sebelumnya. Benar saja, seri ke dua ini berikan grafis realistis dan map yang sangat luas. Terutama saat Ellie pergi ke kota Seattle yang telah hancur dan dipenuhi dengan tanaman yang menjalar liar. Kontras bangunan setinggi langit dan tanaman yang menjalar berikan rasa kagum tersendiri.

Bahkan Naughty dog berhasil membuat atmosfer dari game tampak mencekam dengan gambaran kehidupan para makhluk seram yang ada di sekitar. Tidak hanya itu, kemampuan Unreal Engine 4 dari game ini membuat presentasi game satu langkah lebih maju. Pakaian yang berkibas, gerakan motion capture yang fluid dan tampak nyata, hingga efek rumput, air mengalir, jejak langkah, hingga partikel kecil pun membuat pemain seakan benar benar ikut berpetualang.

Seakan berusaha menjadi lebih baik dari seri terdahulunya, TLOU 2 memiliki map yang luas. Seperti dalam Downtown Seattle yang mana bisa ditelusuri hingga memasuki toko toko kecil dari banyak bangunan pencakar langit. Gambaran daerah ini begitu mirip dengan lokasi Seattle di dunia nyata, namun dengan tambahan atmosfer pasca serangan virus jamur berbahaya. Kamu bisa menemukan banyak hal dari misi The Last Of Us Part II yang satu ini.

Detail Yang Bikin Merinding

Demi memberikan kesan realistis yang top notch, Naughty Dog gunakan teknologi PS 4 dengan maksimal. Setiap detail kecil memberikan kesan tersendiri. Namun yang membuat kesan tak terlupakan adalah gerakan animasi dari setiap cutscene, eksekusi mati secara melee, hingga rintihan sakit dari para musuh dan moster. Setiap gerakan dan aksi yang diberikan seakan beri kesan nyata, sehingga kamu akan merasa lihat film dibanding main game.

Bahkan, presentasi dari brutalitas dan gerakan membunuh game ini membuat pemain berdecak kagum. Tentunya, detail ini tidak cocok untuk anak di bawah umur, namun bagi pemain PS 4 hal ini pastinya layak diacungi jempol. Jika kamu perhatikan dengan baik, setiap gerakan dan arah permainan ini juga dilengkapi dengan audio yang tidak kalah memukau. Mulai dari suara alunan musik yang mengiringi permainan, atmosfer, hingga rintihan pun hadir.

Berjalan di tengah hutan yang rindang terasa sangat tenang dan menyenangkan dengan gemeresik daun yang diterpa angin. Bahkan tidak jarang terdengar langkah kuda dan binatang lainnya. Namun saat ada dalam lokasi yang gelap, seketika audio yang hadir beri kesan kelam dan seram. Audio di The Last Of Us Part II semakin bikin merinding saat mendengar rintihan dari zombie yang berjalan seakan kesakitan.

Erangan ganas dari bos Rat moster juga akan buat kamu kaget. Berlari menghindari musuh zombie atau manusia juga dipenuhi dengan detail suara kelelahan dan detail lainnya. Bahkan, tidak jarang kamu akan menemukan musuh berbicara acak atau bahkan berdiskusi tentang kehadiran karakter utama. Tidak hanya itu, suara kesakitan dari para musuh yang kamu bunuh juga muncul setiap kali aksi kejam dilakukan.

Gameplay Yang Masih Tidak Jauh Berbeda

Dari sisi gameplay, TLOU 2 memang tidak jauh dari sebelumnya. Kamu akan disuguhkan dengan gaya permainan orang ketiga yang penuh aksi. Mulai dari pertarungan hand in hand combat, menggunakan berbagai senjata api, melee, crafting, stealth, dll. Selain itu, kamu akan dibawa pada berbagai macam situasi dan kondisi yang membuat kamu harus bermain pintar. Hal ini dikarenakan tidak sedikit area yang memiliki mode permainan seperti puzle.

Kamu harus melakukan serangkaian hal untuk selesaikan miai. Seperti contohnya membuka gerbang Seattle yang mengharuskan kamu untuk menyambungkan beberapa kabel ke daya listrik. Selain itu, ada saatnya kamu harus bermain The Last Of Us Part II dengan pintar seperti melakukan Stealth atau mengendap. Gaya permainan ini mengharuskan kamu untuk bergerak pelan menghindari deteksi musuh, baik zombie atau penjahat lainnya.

Selebihnya, game ini juga membawa pemain merasakan dua karakter berbeda yakni Ellie dan Abby. Kedua tokoh ini punya karakter bermain yang berbeda. Dimana Ellie lebih bermain cerdik, sedangkan Abby lebih bermain fisik. Pergantian ini juga berikan sensasi berbeda, mengingat kedua karakter ini saling membenci satu sama lain. Kamu akan diajak memburu Abby bersama Ellie, dan menyelamatkan diri bersama dengan Abby.

Hilangnya Karakter Joel Bikin Pemain Kecewa  

Jika kamu tidak ingin bocoran cerita, lewati bagian ini. Meski dicintai dan memiliki banyak ekspektasi, sayangnya tidak sedikit yang dibuat kecewa karena karakter Joel. Sebelumnya, Elli dan Joel berikan chemistry yang tidak terlupakan. Namun karena ada spoiler atau bocoran cerita tentang nasib mengenaskan Joel, para pemain banyak yang mengurungkan diri untuk beli game ini. Pasalnya mereka tidak ingin melihat karakter favoritnya mati.

Kekecewaan tersebut semakin menguat karena pemain akan dipaksa untuk bermain karakter Abby, wanita yang dengan brutalnya membunuh Joel menggunakan tongkat golf. Secara garis besar, hal inilah yang membuat The Last Of Us Part II berbeda. Namun demikian tidak sedikit yang mengatakan bahwa sudut pandang permainan ini tidak penting, karena ingin lebih berfokus pada petualangan Ellie.

Bisa dikatakan bahwa game survival horor ini berhasil menarik perhatian dan mengambil hati para penggemarnya. Meskipun tidak lagi bermain sebagai karakter Joel, namun cerita yang diberikan masih membuat pemain bertahan. Selain itu, grafis dan juga engine dari game ini sungguh memberikan detail dan tampilan yang mencengangkan. Bagi kamu yang pernah main TLOU 1, jangan sampai lewatkan kelanjutan petualangan dari Ellie ini.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *